chinese-hot-dry-noodle

Selain Kuliner Ekstrim Penyebab Virus Corona, Ini Makanan Lezat Khas Wuhan

  • Posted on
  • Posted in Artikel

Virus corona yang tersebar dari Wuhan, China diduga berasal dari hewan liar seperti kelelawar dan ular. Makanan ekstrim dengan bahan hewan liar seperti kelelawar, ular, dan tikus memang menjadi budaya di Wuhan. Namun tak hanya makanan ekstrim, makanan ‘normal’ dengan citarasa lezat juga bisa ditemukan di Wuhan.

Makanan hewan ekstrim memang dijual secara bebas di Wuhan. Mereka percaya dengan mengonsumsi makanan tersebut bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Selain itu juga dengan mengonsumsi makanan ekstrim bisa meningkatkan derajat sosial mereka.

Selain makanan hewan ekstrim yang menjadi perhatian dan mendapat kecaman dunia, Wuhan juga sebenarnya memiliki makanan khas ‘normal’ dengan citarasa lezat yang bisa kita nikmati. Wuhan sendiri pada dasarnya memang dikenal sebagai surga makanan China.

Reganmian

reganmian-kuliner-wuhan

Secara bahasa, reganmian berarti mie kering panas. Makanan khas Wuhan ini sekilas mirip mie ayam atau mie goreng instan yang ada di Indonesia. Kelezatan mie yang dimasak dengan campuran air dan minyak wijen ini bahkan menyebar ke berbagai wilayah di China. Seperti mie ayam di Indonesia, Reganmian juga mudah ditemukan di penjuru kota Wuhan.

Mianwo

mianwo-kuliner-wuhan

Mianwo adalah cemilan berbentuk donat yang digoreng. Cemilan dengan rasa asin ini dibuat dengan bahan susu kedelai, susu beras, tepung, wijen dan daun bawang cincang. Namun ada juga mianwo versi manis yang menggunakan potongan ubi jalar sebagai bahan utamanya. Meskipun sejarahnya tidak diketahui, namun orang percaya mianwo dibuat oleh penjual kue wijen bernama Chang Zi Ren pada zaman Dinasti Qing.

Xiaolong Tangbao

xiaolongtangbao-kuliner-wuhan

Xiaolong Tangbao masih termasuk dalam rumpun dumpling. Meski secara keseluruhan sama dengan dumpling pada umunya, xiaolong tangbao memiliki ukuran lebih besar. Hal ini juga membuat isian potongan dagingnya lebih banyak. Xiaolong tangbao juga memiliki kulit yang lebih tipis daripada dumpling pada umunya.

Bebek Wuhan

duck neck-kuliner-wuhan

Wuhan memang dikenal dengan masakan bebek yang pedas. Namun hidangan bebek ini tidak seperti hidangan daging bebek yang kita pikirkan. Sajian bebek pedas dengan bumbu rempah-rempah ini disajikan per bagian spesifik seperti lidah, kepala, hati, kaki, dan bagian yang paling terkenal yaitu leher. Berawal dari jajanan jalanan, hidangan bebek Wuhan (terutama leher pedas Wuhan), menyebar ke berbagai daerah di China.

Doupi

Doupi-kuliner-wuhan

Dilihat sekilas, makanan ini mirip dengan martabak telur yang ada di Indonesia. Kulitnya sendiri terbuat dari bubuk kacang hijau, telur, susu, tepung, dan susu. Untuk pembuatan kulitnya bisa juga menggunakan kulit tahu. Doupi diisi dengan campuran daging, jamur, rebung, dan udang. Makanan yang digoreng hingga berwarna keemasan ini biasa ditaburi daun bawang di atasnya.

Meskipun memiliki berbagai kuliner yang lezat seperti di atas, warga Wuhan masih tetap mengonsumsi makanan ekstrim seperti sup kelelawar, dan bahkan memakan hidup-hidup bayi tikus yang menjadi penyebab wabah virus corona. Meski tidak ada korban dengan positif corona di Indonesia, namun sudah seharusnya kita melakukan pencegahan untuk menangkal virus corona.

(baca : Waspada Virus Corona! Ini Langkah Pencegahannya)

Meski sudah dianggap sebagai budaya, mengonsumsi hewan liar justru dikecam oleh warga dunia. Apalagi jika makanan yang kita konsumsi ternyata justru bisa mengakibatkan penyakit berbahaya seperti virus corona. Konsumsilah makanan sewajarnya, dan gunakan bahan-bahan yang sehat bagi tubuh kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *.

*
*
You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BCF Theme By aThemeArt - Proudly powered by WordPress.
BACK TO TOP