durian-tokobumbu.co

Masak dengan Bumbu Durian? Coba Masakan Tradisional Ini!

  • Posted on
  • Posted in Artikel

Indonesia dikenal sebagai penghasil durian terbaik di dunia. Berbagai jenis durian dengan rasa yang berbeda bisa ditemukan di Indonesia. Bahkan durian juga menjadi salah satu olahan untuk masakan.

Buah durian menjadi kontroversi dengan rasa dan aromanya. Sebagian orang tergila-gila dan menyebutnya sebagai “Surga Dunia”, namun sebagian lainnya justru begitu membenci dan bahkan mendengar namanya saja bisa membuat mual.

Selain dinikmati langsung buahnya, durian juga diolah menjadi berbagai makanan yang lezat. Bukan hanya menjadi hidangan manis pencuci mulut seperti pancake durian, es krim durian, es durian, atau hidangan manis lainnya, namun durian juga bisa diolah menjadi makanan untuk lauk nasi.

Untuk bisa mengolahnya menjadi bumbu masakan, daging buah durian yang matang harus diberi sedikit garam untuk difermentasi. Hasil fermentasi durian ini disebut Tempoyak. Fermentasi durian ini berasal dari wilayah dengan suku Melayu seperti Bengkulu, Palembang, Lampung, Sumatra Barat, Jambi, dan Kalimantan. Sama seperti Indonesia, Malaysia juga mengenal olahan durian ini.

Dengan bahan tempoyak, kita bisa membuat masakan khas dari beberapa daerah seperti masakan berikut :

Brengkes Tempoyak

Brengkes secara bahasa diartikan pepes. Makanan yang berasal dari Sumatera Selatan ini mnejadikan tempoyak sebagai bumbu untuk pepes ikan. Brengkes tempoyak biasanya menggunakan ikan patin, ikan nila, atau udah sebagai bahan utamanya.

Cara membuat brengkes tempoyak sendiri sama dengan pepes ikan pada umumnya. Selain tempoyak, bumbu yang digunakan adalah kunyit, bawang putih, bawang merah, cabai dan garam.

Pindang Patin Tempoyak

Pindang patin tempoyak adalah masakan khas Palembang dan Jambi. Citarasa kuah asam pedas dan segar dari campuran tempoyak dan bumbu rempah-rempah seperti kunyit, serai, lengkuas, daun salam, cabai rawit, dan cabai merah, dipadukan dengan lembut dan gurihnya daging ikan patin.

Biasanya makanan ini disajikan saat upacara adat dan juga tradisi behidang yang berarti makan bersama-sama. Namun kini kita bisa menikmati pindang patin tempoyak di berbagai rumah makan.

Sambal Tempoyak

Masih menggunakan bahan fermentasi durian, sambal tempoyak menjadi sajian lain dengan bahan durian. Perpaduan antara tempoyak dengan bumbu lainnya memberikan citarasa asam pedas manis gurih. Sambal tempoyak juga biasa dicampurkan secara langsung dengan ikan nila, ikan patih, ikan teri, udang, dan bahkan petai. Bagi para pecinta pedas, sambal tempoyak ini harus dicoba untuk bisa merasakan sensasi baru pada sambal pedas.

(baca : Kuliner Kuasai Industri Waralaba, Lakukan Strategi Ini Untuk Menaklukannya!)

Ketiga makanan di atas menjadi bukti nyata kekayaan kuliner Indonesia. Bagi kebanyakan orang mungkin tidak terpikirkan untuk menjadikan durian sebagai bumbu dalam masakan. Tapi ternyata durian bisa memberikan rasa lezat tersendiri pada masakan.

Bahkan pada awalnya tempoyak hanya sebagai siasat di saat buah durian di musim durian tidak habis terjual. Namun ternyata tempoyak kini disukai banyak orang dan dibuat dengan tujuan dijadikan bumbu, dan bukan sebagai sisa tidak terpakai saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *.

*
*
You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BCF Theme By aThemeArt - Proudly powered by WordPress.
BACK TO TOP